Perjalanan Panjang Tarmidhi: Dari Ruang Kelas SMK Negeri 1 Calang hingga Duduki Jabatan Strategis di Dinas Pendidikan Aceh

Tarmidhi, S.ST., M.Si, Kabid Pembinaan SMK Dinas Pedidikan Aceh

Calang, 12 Mei 2026 — Dunia pendidikan vokasi Aceh kembali mendapatkan energi baru. Tarmidhi, S.ST., M.Si resmi dilantik sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK pada Dinas Pendidikan Aceh dalam pelantikan pejabat yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan meningkatkan daya saing lulusan SMK di tingkat nasional maupun internasional.

Nama Tarmidhi bukanlah sosok baru di dunia pendidikan Aceh, khususnya pendidikan kejuruan. Ia dikenal sebagai figur pendidik yang sederhana, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi dalam membangun SMK di berbagai daerah.

Perjalanan Karier dari Guru Hingga Kabid SMK

Perjalanan karier Tarmidhi dimulai dari bawah. Ia merupakan alumni SMK Negeri 2 Meulaboh, sekolah yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan.

Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Tarmidhi memulai pengabdian sebagai guru di SMK Negeri 1 Calang pada tahun 2006. Dalam masa awal kariernya, ia dikenal sebagai guru yang aktif membina siswa dan terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan sekolah.

Pada tahun 2009, beliau resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMK Negeri 1 Calang. Pengabdian selama bertahun-tahun di daerah pascatsunami tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan dekat dengan dunia pendidikan masyarakat.

Kemampuan manajerial dan dedikasinya kemudian mengantarkan Tarmidhi dipercaya menjadi Kepala SMK Negeri 1 Panga pada periode 2013 hingga 2019. Di bawah kepemimpinannya, sekolah mengalami berbagai kemajuan, baik dari sisi disiplin, peningkatan mutu pembelajaran, maupun penguatan kompetensi siswa.

Pada tahun 2019, Tarmidhi kembali mendapatkan amanah sebagai Kepala SMK Negeri 2 Meulaboh, salah satu sekolah vokasi terbesar di Aceh Barat. Selama memimpin sekolah tersebut hingga Mei 2026, ia dikenal aktif mendorong kolaborasi dengan dunia industri, penguatan karakter siswa, serta peningkatan kualitas lulusan agar siap kerja dan mampu bersaing di era global.

Tidak hanya di tingkat sekolah, kiprah Tarmidhi juga diakui di level provinsi. Sejak tahun 2024, beliau dipercaya menjadi Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Aceh. Dalam peran tersebut, ia aktif memperjuangkan peningkatan mutu pendidikan vokasi dan mempererat sinergi antar kepala sekolah SMK di seluruh Aceh.

Sosok Guru Teladan dan Inspiratif

Di kalangan guru dan kepala sekolah, Tarmidhi dikenal sebagai sosok yang komunikatif dan terbuka terhadap perubahan. Ia sering menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam berbagai kesempatan, beliau menyampaikan komitmennya untuk menjadikan SMK Aceh sebagai pusat lahirnya generasi vokasi yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kepercayaan yang diberikan sebagai Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh diharapkan mampu membawa semangat baru dalam pengembangan pendidikan kejuruan di Aceh, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi dunia industri dan teknologi.

Harapan untuk Pendidikan Vokasi Aceh

Pelantikan Tarmidhi mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan pendidikan. Banyak pihak berharap pengalaman panjang beliau mulai dari guru, kepala sekolah, hingga Ketua MKKS SMK Aceh dapat menjadi modal besar dalam memperkuat kebijakan dan program pembinaan SMK di Aceh.

Dengan pengalaman lapangan yang matang serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan sekolah vokasi, Tarmidhi diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan, memperluas kerja sama industri, serta mencetak lulusan SMK Aceh yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

“Pendidikan vokasi harus menjadi jalan lahirnya generasi produktif yang siap menghadapi masa depan,” menjadi semangat yang selama ini terus beliau gaungkan dalam pengabdiannya di dunia pendidikan Aceh. *EN*

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama